Menutup Kebiasaan Buruk, Muncul Kebiasaan Lain Di Usia 20-an
Hal yang terbilang simple dalam hidup kita adalah kebiasaan, kalau di ulas lebih dalam tentang kebiasaan, kebiasaan agak tampak sederhana namun kompleks.
Sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita bahwa kebiasaan buruk begitu muda terbentuk dibanding kebiasaan baik.
Percaya atau tidak di usia 20-an bagi saya merupakan kondisi kebiasaan tumbuh, bahkan ini merupakan fase yang mana kita dibombardir oleh beragam kebiasaan baru.
Ada banyak sekali kebisaan yang dapat dilakukan dan dipilih ketika usia 20-an sebab fase tersebut kita sangatlah bebas, dimana belum banyak tanggungan atau bahkan tak memiliki tanggungan (tanggung jawab) semisal keuangan di tanggung keluarga dan kamu hanya menanggung diri sendiri.
kamu bisa ke mana saja apalagi tinggal jauh dari rumah. kamu bisa ke rumah kawan, kerabat ataupun tinggal di kos-kos-an maupun sewa rumah.
Waktu yang dihabiskan di usia 20-an terbilang terasa melambat, seolah-olah dunia milik kita, ada banyak hal yang bisa dilakukan.
Karna saking bebasnya, kita lebih sering jatuh pada hal negatif, entah sengaja atau tidak sengaja kebiasaan buruk ditumpuk menjadi sifat dan karakter kita sendiri.
Hingga karakter ini yang menentukan posisi kita berdiri sekarang, sedang melakukan apa dan menjani hidup seperti apa.
Ketika udah banyak waktu dihabiskan, kita terkadang mulai sadar setelah bertahun-tahun dengan waktu yang lalu tidak ada perubahan berarti dalam hidup.
Sampai dititik setelah ini itu dan kesana kesini tapi kita masih merasa ada yang kurang dalam hidup ini. Entah apa yang kurang!
Padahal orang di masa lampu dengan mudah merasa bahagia begitu saja, walaupun mereka pada masa itu hidup serba keterbatasan sedangkan kita hidup serba berkecukupan di masa modern, semua serba ada, akan tetapi dengan beragam pilihan hidup bahkan lebih dari apa yang kita inginkan sebagai manusia, kita malah merasa belum cukup dan sukar untuk bahagia.
Uniknya kalau dipikir orang-orang dimasa lalu tidak merasa bosan dengan aktivitas sederhana walaupun mereka dalam mode bertahan hidup, kumpulkan makanan, bercocok tanam, membangun rumah sederhana dan berburu.
Di masa sekarang yaitu masa modern dunia udah dalam gemgam, orang-orang lebih banyak mikirin tentang cara hidup lebih mudah dan lebih dapat dinikmati dengan beragam pilihan. Namun, ketenangan hidup cukup sukar di gapai, buktinya kita sering merasa kurang dan kurang.
Akibat dari merasa kurang dalam hidup meski kebebasan udah ditangan apalagi di fase remaja.
Kita dengan mudah melakukan banyak hal dan tindakan yang menurut kita dapat mendatangkan kebahagiaan.
Sayangnya hasil pilihan yang dianggap terbaik bagi diri sendiri dalam hati kita masih saja merasa kurang puas.
Hingga, kita di fase ini tumbuh dengan segudang kebisaan buruk dan secuil kebiasaan baik.
Disamping itu, kita biasa terbangun dan tersadar mikirin konsep saya harus berubah.
Proses sadar dalam pikiran membenarkan nilai ini, tapi tidak berlanjut pada tindakan, bila berlanjut pun kita masih saja terbentur dan kembali lagi menjemput kebiasaan buruk karna merasa nyaman.
Bekali-kali diulang hasilnya serasa sama bahkan udah memakan tahunan masih itu-itu saja…
Sempat berhasil tapi kebiasaan lain yang muncul!
Menutup kebiasaan buruk muncul lagi kebiasaan lain, memang muncul akan tetapi kebiasaan baru yang tidak diharap.
Menutup dua tiga kebisaan buruk menyebabkan pipa kerang kotor lain keluar disisi lain.
Entah bagaimana kebiasaan buruk yang lain tetap ada dan tidak diharap.
ketidaktenangan hidup yang dirasa sekarang bersama kekecewaan akan kegagalan hidup. Saya merasa berat hati untuk melakukan perubahan lagi dalam hidup, hidup sudah terlanjur jatuh ke dalam jurang. Sangat sulit mencari obat dan tali yang dapat ditarik ke atas.
Tanpa disadari kita mulai menyalahkan beragam hal dalam hidup ini. Ada begitu banyak hal yang dapat disalahkan tak terkecauli diri sendiri.
Pada titik terendah dalam hidup, entah naluri atau bawaan sejak lahir jauh dalam diri sendiri, kita merasa harus melakukan sesuatu meski terlanjur berdiri di ngarai keputus-asaan.
Sepertinya ada sensor halus dalam diri kita untuk tidak melangkah lebih jauh.
Tubuh kita merespon penolakan.
Kita mendapati sejanak kilas balik kehidupan dan ternyata kita masih memiliki hal-hal baik lainnya. Kita mengingat kembali bahwa kita pernah menjadi orang baik dan polos dari gemerlap dunia yang fanah ini.
Kita telah lupa bahwa kita pernah berada disana dengan senyum kebahagiaan tanpa ada tekanan hidup.
Masa kanak-kanak yang silau udah berlalu.
Masa kanak-kanak memberi kita kebebasan yang lapang dan masa kanak-kanak tampak tidak beda jauh dengan masa kita sekarang yaitu masa remaja.
Mungkin yang membedakan kita kemarin adalah kita di masa kanak-kanak tidak merasa takut dengan hal apapun.
Kita dapat menanyakan ke anak-anak tentang masa depan mereka, pertanyaan semisal apa yang mereka inginkan?, mereka ingin buat apa? atau ingin menjadi seperti siapa?, dan menjalani hidup seperti apa?
Tidak heran bila kita mendapatkan jawaban yang mengalir begitu saja tanpa paksaan dari raut wajah mereka.
Kita mulai bertanya-tanya dengan Apa yang ada dalam pikiran mereka, mengapa mereka memiliki kepercayaan diri dan kekuatan sebesar itu.
Setelah di terjawab, ternyata kita tanap sadar sebenarnya telah tumbuh menjadi seorang penakut.
Takut kecewa lagi, takut sakit lagi dan takut gagal lagi. Semua membatasi kita untuk melakukan sesuatu.
Kalau dipikir baik-baik tidak mungkin kita mencapai sesuatu tanpa merasakan hal semacam ini. Nggak mungkin sang juara tinju dunia memenangkan pertandingan tanpa terkena pukulan dari lawan sama sekali.
inilah ring kehidupan kita sekarang…
Apakah kita berjuang kemudian gagal ataukah tidak ingin berjuang sama sekali dan menyerah begitu saja.
Kita tidak habis pikir bahwa lebih baik berjuang dan gagal daripada tidak pernah berjuang sama sekali, yang ini setidaknya kita gagal bukan sebagai seorang pecundang.
Di hari yang nan cerah adalah saat yang tepat untuk memperbaiki diri dan memulai hal baru.
“kita perlu beranjak lagi dan memulai hal positif dimana kita telah melewatkannya”
.jpg)
Posting Komentar untuk " Menutup Kebiasaan Buruk, Muncul Kebiasaan Lain Di Usia 20-an"
Posting Komentar