Penting Ngak! Nilai Dari Sebuah Tujuan

Menjalani hidup santai maupun dalam kondisi sibuk, kita tak lepas dari satu kata yaitu tujuan, mungkin ada orang tanpa tujuan. 

Namun tanpa tujuan pun adalah paradox bumeran bagi mereka memilih tujuan untuk tidak memiliki tujuan.

Bagi pejuang yang berambisi ingin mencapai keberhasilan tentu terlintas di benak adalah pengorbanan seperti waktu, tenaga dan sejumlah uang “wajar”. Opini dasar bahwa berencana, berusaha dan mencapai tujuan membuat tiga point ini jadi syarat.

Apakah benar? 

Ya! Tentu. 

Tapi tidak sampai akhir, ada rincian tertentu yang dapat membedakan mereka sama-sama berjuang, namun pengorbanan dari usaha mereka hasilnya tidak sama.

Pentingnya dari sebuah tujuan

Apa kira-kira penyebab perbedaan proses tiap orang dalam berusaha. Ini yang kami maksud sebagai nilai dari sebuah tujuan. 

Nilai yang kami lukis seperti neraca timbang sedehana dari sisi kanan dan kiri bisa berbeda, bisa juga beda sedikit tapi tidak sama.

Neraca timbang bisa dianggap sebagai perbedaan jumlah pengorbanan dan hasil yang didapatkan, ini pula yang membuat perbedaan besar bagi mereka berpikir “mengapa saya memperoleh hasil hanya segini”.

Timbul pertanyaan apa mereka kurang kerja keras!

Mereka bukan kurang kerja keras tapi mereka kurang kerja cerdas. 

Ada dua persoalan utama bagi mereka yang ingin mencapai tujuan.

Pertama selalu berpikir meraka mampu menyelesaikan persoalan sederhana dengan memborbardir uang yang banyak, tenaga yang besar dan waktu yang lama. Namun hasilnya tidak sebanding.

Neraca mereka terlalu miring ke kiri. Padahal, mereka tidak harus seperti ini untuk mencapai satu dua tujuan.

"Mereka suka menaburi banyak garam pada roti yang hanya butuh sedikit garam"

Orang-orang seperti mereka kadang suka lupa bahwa jalan menuju roma bukan cuma satu tapi ada beberapa jalur.

Pernah kita bayangkan di masa kuliah beberapa mahasiswa beranggapan bahwa skripsi dapat dikerja tuntas di warkop, di cafe atau mungkin di tempat-tempat mewah selain kos-kosan.

Apa mesti di sana tugas skripsi dapat terselesaikan, apa memang harus se-elit itu! 

Saya percaya ini tidak demikian, fakta membuktikan bahwa hampir-hampir mereka berkumpul dengan alasan kerja tugas skripsi tapi, sampai di lokasi lain cerita.

Coba pikir baik-baik apa memang setiap sarjana adalah mahasiswa ala-ala. 

Tidak juga! 

Permisalan ini saya anggap pengorbanan berlebih demi sesuatu yang tidak sepandan.

Saya tidak menyalahkan pemilik warkopnya tapi, saya berpikir tidak semua masalah atau pekerjaan selalu di tempat berbayar. sekali-kali mungkin wajar tapi keseringan dan selalu itu lain persoalan.

Masalah ke dua yaitu mereka ingin bertindak tapi terlalu banyak mikir. 

Bagaimana sesuatu dapat dinilai bila belum dicoba, berimajinasi tentu saja bagus, tapi ini tidak cukup karna kita butuh realisasi. 

Suatu nilai dari satu tujuan akan benar-benar terukur setelah seseorang mengambil tindakan.

"jembatan antara mimpi dan kenyataan adalah kerja nyata"

Ada banyak rencana muncul di otak dan juga banyak diperoleh diluar saluran eksternal seperti internet serta lingkungan sekitar. 

Namun, seseorang kadang merasa perlu berpikir lebih banyak agar rencana menjadi perfect dan sempurna. mereka tejebak disatu lingkaran.

Padahal ide kali pertama muncul tidak selalu sempurna. Jalur-jalur yang ingin ditempuh tidak selalu sesuai.

Kunci yang perlu diketahui bahwa setiap rencana yang di rancang untuk mencapai sebuah tujuan dapat dikata relevan. Bila...

Pertama ketika dimulai dan ke dua kembali belajar setalah rencana tercapai atau memperoleh hasil. Ingin mendapat hasil memuaskan tapi mengulang rencana atau cara sama tentu itu konyol. 

Bagaimana mungkin seseorang dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda jika, selalu melakukan hal yang sama tiap waktu. Ini tidak lain defenisi dari kekonyolan berpikir.

Baca Juga: Mengenal Filosofi Hidup Biasa Aja Oleh Alain de Botton

Dunia ini pada dasarnya seperti main tebak-tebakan dalam merencanankan sesuatu dan manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran yang hakiki ataupun kesempurnaan yang bulat utuh. 

Kecuali, hanya mendekati atau hampir sempurna. Kita selalu berangkat dari anggapan salah, keliru, sedikit keliru, lebih sedikit keliru dan tidak pernah sempurna – Selalu ada angka di belakang nol.

"Jika, itu sempurna maka itu tidak lain adalah wahyu turun dari langit"

Bila tiap orang dari beragam budaya, agama, bangsa, negara dan profesi berbeda dikumpul. Kemudian, tiap-tiap dari mereka diberi selembar kertas, isinya satu pertanyaan yaitu apakah semasa hidup kamu pernah berbuat salah?

Saya percaya jawaban yang muncul cuma dua huruf yaitu “ya”

Hidup ini tidak ada seni bila hanya satu jalur - lurus saja dan juga membosankan bila rencana berjalan selalu sesuai rancana, anggap aja kita memainkan game versi mood yang dalam durasi singkat memberi rasa hambar dan kesan yang membosankan.

Sulitnya menebak jalur yang ingin ditempuh memacu seseorang untuk belajar bahwa betapa pentingnya pengorbanan yang diperlukan ditiap pos persimpangan tujuan. 

Inilah yang kami maksud dari nilai dari sebuah tujuan atau tepatnya ini akan menjadi kenangan yang paling berharga dan bernilai sepanjang hidup seseorang.

"Novel yang bagus itu adalah novel yang belum diketahui endingnya"

Posting Komentar untuk "Penting Ngak! Nilai Dari Sebuah Tujuan"